Powered by Blogger.

Featured Listings

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Copyright

Source © 2021. Indrak

Facebook

#Advertisement

Random Posts

randomposts

Recent Posts

recentposts

Pages

Popular Posts

Apa yang bisa dipelajari dari cara orang Tionghoa berdagang?

BambangCkw     October 03, 2022    

Apa yang bisa dipelajari dari cara orang Tionghoa berdagang? Jadi ceritanya saya akhirnya mendapatkan PS5 dengan harga resmi!!! Ketika saya awal melakukan pre-order di salah satu chain store yang cukup terkemuka di Indonesia, mereka mengatakan bahwa pembelian pre-order akan dilabeli harga resmi. Ternyata realitanya tidak demikian. Pada hari peluncurannya di Indonesia saya harus kecewa dengan kabar bahwa PS5 yang sudah di pre-order tidak akan bisa didapatkan dengan harga resmi. Harganya mengalami kenaikan yang sangat amat mengguncang kesehatan dompet saya bila saya mengiyakan. Hampir 20 juta saudara saudari! Akhirnya uang pre-order itu saya jadikan untuk membeli CD fisik game saja. Dongkol sekali rasa hati ini. Hingga satu waktu sahabat saya mengabari pada saya, "lu beli di toko langganan gw aja, pre-order juga tapi harga resmi." Akhirnya pergilah saya ke toko langganan dia. Saya: "koh mau antri ps5 dong, tunggu diundi ya?" Seller: "kaga diundi, antrean nomer doang, sabar aja pasti dapet" Saya: "oh berapa lama koh?" Seller: "lagi cepet nih, order sekarang bulan depan dapet" Saya: "harga resmi ya?" Seller: "iya, tapi mesti ambil 2 asesoris atau 1 game + 1 asesoris atau 2 game" Saya: "asesorisnya harga resmi semua koh?" Seller: "iya dong, kita jual semua harga resmi" Saya heran dong, di masa para scalpers (keparat) sedang menahan PS5 untuk merampok keuntungan yang sebesar-besarnya, kok toko ini jujur betul jualannya. Maka, terjadilah diskusi singkat antara saya, sahabat saya, dan pemilik tokonya terkait fenomena scalpers ini. Kesimpulannya adalah, seller tersebut mengatakan bahwa dia tidak cari jual "getok profit" tapi dari "kejar target kuantitas" unit terjual. Dengan harga resmi saja itu sudah ada profitnya, dia tinggal buat skema beli unit console dan 2 unit game atau 2 unit asesoris. Profit dicapai dari kuantitas penjualan dan sistem bonus dari PS Indonesia. Target marketnya adalah orang-orang seperti saya. Mereka yang memang menyisihkan uang untuk membeli PS5 tapi tidak nafsuan harga berapapun ditembak mau. Ketika saya di tokonya, wuih ramai sekali ternyata pelanggan tipe saya yang mendaftar untuk masuk antrian. Ketika di toko lain harga unit PS5 tok tanpa tambahan asesoris apapun masih di kisaran 10 hingga 15 juta (saat ini), dengan merogoh kocek 10 juta saja saya dapat 1 unit PS5 dan 2 asesoris original bergaransi PS Indonesia. Sahabat saya lebih happy lagi, dia beli PS5, stik ori, dan headsetnya dengan total kisaran 12 juta. Semuanya di harga resmi. Alhasil, saya mendapatkan PS5 saya hanya berjarak 3 hari dari janji yang sebelumnya 1 bulan. Itu juga sudah stok penghabisan. Proses verifikasi pengambilan barangnya cukup rumit. Seumur-umur saya beli PS dari PS1 sampai PS4 tidak pernah seribet itu, wkwk. Tapi ya worth it sekali la, ketika membawa PS5 keliling mall sambil menuju parkiran ditatapi mata kagum dari para pengunjung mall lainnya padahal saya hanya pakai sandal jepit dan celana training belel, wkwk. Di tangan ada barang yang harga pasarannya masih belasan juta, plus asesorisnya pula, jadi berasa ganteng maksimal. Penentuan target market, bentuk skema penjualan, dan identifikasi sumber profit dengan memerhatikan fairness terhadap daya beli (uhuk! isi kantong uhuk!) customer semuanya dilakukan dengan sangat cerdas dan cermat. Inilah beberapa poin yang bisa saya sertakan di sini sebagai hal-hal penting yang sangat baik untuk dipelajari dari etos bisnis warga Tionghoa. Banyak sekali orang yang memanfaatkan fenomena pasar dengan cara yang salah, yaitu menyertakan unsur keserakahan di dalamnya. Memang ada saja customer yang mau beli, tapi berapa banyak? Sebagian besar akhirnya menunggu dan membiarkan "invisible hand" kapitalisme bekerja dalam menurunkan harga. Sementara rumus jualan toko PS5 tersebut mampu merangsang keinginan calon pembeli untuk SEGERA melakukan transaksi karena adanya "fairness" itu tadi. Kalau sekarang anda ke tokonya, stok barangnya sudah habis dan antriannya sudah mencapai bulan Desember. Sekarang saya sedang menikmati keseksian grafis FF7 Remake, Tsushima, dan Forbidden West di PS5 saya. Semua tersaji dalam 60fps dan kelembutan kualitas 4K yang lebih seksi daripada Ariana Grande. Ah, indahnya hidup ini.

About us

Common

FAQ's

FAQ's

© 2011-2014 Viral Today. Designed by Bloggertheme9. Powered by Blogger.