Struktur Dan Fungsi Sistem Kepariwisataan
1. Wisatawan Dan Pramuwisata
Wisatawan adalah orang yang melakukan perjalanan untuk berlibur, berobat, berbisnis,
berolahraga, menuntut ilmu dengan mengunjungi tempat-tempat yang indah atau sebuah negara
tertentu.
Adapun jenis-jenis wisatawan berdasarkan sifat perjalanan dan lokasi di mana perjalanan itu
dilakukan, dapat diklasifikasikan sebagai berikut (Yoeti, 1996 : 143-145):
- Foreign Tourist (Wisatawan Asing), adalah orang asing yang melakukan perjalanan wisata ke
suatu negara lain yang bukan merupakan negara dimana ia biasanya tinggal. Wisatawan asing
disebut juga sebagai Wisatawan Mancanegara (Wisman).
- Domestic Foreign Tourist, adalah orang asing yang berdiam atau bertempat tinggal di suatu
negara karena tugas, dan melakukan perjalanan wisata di wilayah negara di mana ia tinggal.
Misalkan, staff kedutaan Belanda yang mendapatkan cuti tahunan, tetapi ia tidak pulang ke
Belanda, dan menggunakan waktu cutinya untuk berwisata di Indonesia tempat ia bertugas.
- Domestic Tourist (Wisatawan Nusantara), adalah seorang warga negara suatu negara yang
melakukan perjalanan wisata dalam batas wilayah negaranya tanpa melewati perbatasan
negaranya. Misalkan, orang Indonesia berwisata ke Danau Toba. Wisatawan ini disingkat
dengan istilah Wisnus.
- Indigenous Foreign Tourist, adalah warga negara suatu negara tertentu, yang karena tugasnya
atau jabatannya berada di luar negeri, pulang ke negara asalnya, dan melakukan perjalanan
wisata di wilayah negaranya sendiri. Misalkan, warga negara Perancis yang bertugas sebagai
konsultan di perusahaan asing di Indonesia, ketika liburan ia kembali ke Perancis dan
melakukan perjalanan wisata di sana. Jenis wisatawan ini merupakan kebalikan dari Domestic
Foreign Tourist.
- Transit Tourist, adalah wisatawan yang sedang melakukan perjalanan ke suatu negara
tertentu yang terpaksa singgah pada suatu pelabuhan/ airport/ stasiun bukan atas
kemauannya sendiri.
- Business Tourist, adalah orang yang melakukan perjalanan untuk tujuan bisnis bukan wisata,
tetapi perjalanan wisata akan dilakukan setelah tujuan bisnisnya selesai. Jadi perjalanan
wisata merupakan tujuan sekunder.
2. Prasarana dan Sarana Wisata
Prasarana Kepariwisataan adalah semua fasilitas yang memungkinkan agar kepariwisataan dapat
hidup dan berkembang sehingga dapat memberikan pelayanan yang memuaskan berbagai
kebutuhan wisatawan (Yoeti ,1996:186). Prasarana tersebut antara lain:
- Perhubungan: jalan raya, rel kereta api, pelabuhan udara dan laut.
- Instalasi pembangkit listrik dan instalasi air bersih.
- Sistem komunikasi, baik itu telepon, telegraf, radio, dan televisi.
- Pelayanan kesehatan, baik itu puskesmas maupun rumah sakit.
- Pelayanan keamanan, baik itu pos satpam penjaga obyek wisata maupun pos polisi untuk
menjaga keamanan sekitar obyek wisata.
- Pelayanan wisatawan, baik itu berupa pusat informasi ataupun kantor pemandu wisata.
- Pom bensin, dan lain sebagainya.
Sarana Kepariwisataan adalah perusahaan-perusahaan yang memberikan pelayanan kepada
wisatawan, baik secara langsung maupun tidak langsung dan hidup serta kehidupannya
tergantung pada kedatangan wisatawan (Yoeti ,1996:199). Sarana kepariwisataan tersebut
antara lain:
- Perusahaan akomodasi, yaitu hotel, losmen, dan bungalow.
- Perusahaan transportasi, yaitu pengangkutan udara, laut, kereta api, dan bus-bus yang
melayani khusus pariwisata saja.
- Rumah makan, restoran, depot atau warung-warung yang berada di sekitar obyek wisata dan
memang mencari mata pencaharian berdasarkan pengunjung dari obyek wisata tersebut.
- Toko-toko penjual cinderamata khas dari obyek wisata tersebut yang mendapatkan
penghasilan hanya dari penjualan barang-barang cinderamata khas obyek tersebut, dan lain sebagainya.
ramuwisata
Pramuwisata adalah seseorang yang memberi penjelasan serta petunjuk kepada wisatawan dan
traveler lainnya tentang segala sesuatu yang hendak dilihat dan disaksikan bilamana mereka
berkunjung pada suatu objek, tempat, atau daerah tertentu.
3. Jenis pramuwisata berdasarkan bidang keahliannya dibagi menjadi:
- Pramuwisata Umum (General Guide), adalah pramuwisata yang mempunyai pengetahuan
mengenai kebudayaan, kekayaan alam, dan aspirasi kehidupan bangsa/ penduduk secara
umum, yang memiliki izin untuk memberikan bimbingan perjalanan dan penerangan