Powered by Blogger.

Featured Listings

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

Blog Archive

Copyright

Source © 2021. Indrak

Facebook

#Advertisement

Random Posts

randomposts

Recent Posts

recentposts

Pages

Popular Posts

Pengertian Manajemen

BambangCkw     December 10, 2020    

  A. Pengertian Manajemen

Manajemen merupakan seni atau kemampuan seseorang dalam mengelola, mengatur dan menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain atau pendelegasian tugas untuk mencapai tujuan bersama dalam organisasi. Konsep dasar manajemen bisa didefinisikan sebagai sebuah cabang ilmu pengetahuan, sebagai seni, sebagai keprofesian atau sebagai suatu proses.

Untuk mengartikan dan mendefinisikan manajemen dari berbagai literatur dapat dilihat dari empat pengertian, yaitu:

1. Manajemen sebagai suatu Proses

Manajemen sebagai suatu proses, melihat bagaimana cara orang mencapai suatu tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu. Pengertian manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat menurut:

a) George R.Terry

Manajemen adalah cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu melalui orang lain

b) Haiman, 

Manajemen adalah fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan

c) Stoner, 

Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan mengawasi usaha-usaha dari anggota organisasi dan sumber-sumber organisasi lainnya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

d) Mary Parker Follet, 

Manajemen adalah suatu seni untuk melakukan sesuatu melalui orang lain

2. Manajemen sebagai Profesi

Manajemen juga bisa bertindak sebagai profesi atau bidang pekerjaan. Dalam hal ini, orang yang bergelut di bidang manajemen biasa disebut sebagai manajer, yang memiliki keahlian untuk memimpin, merencanakan, dan menyelenggarakan kegiatan manajemen perusahaan di bidang produksi, pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia.



3. Manajemen sebagai Ilmu

Manajemen bisa dipelajari sebagai ilmu pengetahuan (science). Dengan kata lain, ilmu manajemen dipelajari dengan sistematis dan teoritis, dengan tujuan mengetahui bagaimana manusia dapat bekerjasama untuk mencapai target yang ditentukan perusahaan atau organisasi, dengan sistem dan metode yang ditetapkan sebelumnya.

4. Manajemen sebagai Seni

Manajemen juga bisa diartikan sebagai sebuah seni. Secara umum, definisi manajemen sebagai seni adalah seni untuk mencapai hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal untuk mencapai kesejahteraan dan kesuksesan maksimal bagi para pimpinan maupun pekerja dalam sebuah perusahaan atau organisasi.

B. Unsur –unsur Manajemen

Unsur-unsur manajemen itu terdiri dari men, money, methods, materials, machines, and market disingkat dengan 6M.

1. Men yaitu tenaga kerja manusia, baik tenaga kerja pimpinan maupun tenaga kerja operasional/pelaksana.

2. Money yaitu uang yan8g dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

3. Methods yaitu cara-cara yang dipergunakan dalam usaha mencapai tujuan.

4. Materials yaitu bahan-bahan yang diperlukan untuk mencapai tujuan.

5. Machines yaitu mesin-mesin/alat-alat yang diperlukan atau dipergunakan untuk mencapai tujuan.

6. Market yaitu pasar untuk menjual barang dan jasa-jasa yang dihasilkan.

C. Prinsip-Prinsip Manajemen

Prinsip adalah suatu hasil generalisasi yang telah diuji keabsahannya dan ternyata benar, serta dapat menjelaskan realita sehingga mampu meramalkan apa yang akan terjadi dalam keadaan yang sama.

Prinsip manajemen adalah kebenaran unikiversal mengenai manajemen yang dapat diajarkan disekolah.

Prinsip ilmu manajemen:

1. Pengembangan ilmu yang benar

2. Pemilihan yang berdasarkan keilmuan dari setiap unsur pekerjaan

3. Pendidikan yang ilmiah dan pengembangan berdasarkan ilmu

4. Kerjasama kemitraan yang harmonis antara manajemen dengan setiap ilmu


Prinsip manajemen menurut Henry Fayol, terdapat 14 prinsip-prinsip manajemen yang utama antara lain:

1. Pembagian kerja (division of work)

Asas pembagian kerja ini mutlak harus diadakan pada setiap organisasi karena tanpa pembagian kerja berarti tidak ada organisasi dan kerja sama di antara anggotanya. Dengan pembagian kerja maka daya guna dan hasil guna organisasi dapat ditingkatkan demi tercapainya tujuan.

2. Wewenang dan tanggung jawab (authority and responsibility)

Asas ini perlu adanya pembagian wewenang dan tanggung jawab antara atasan dan bawahan. Wewenang harus seimbang dengan tanggung jawab. Wewenang menimbulkan “hak” sedangkan tanggung jawab menimbulkan “kewajiban”. Hak dan kewajiban menyebabkan adanya interaksi atau komunikasi antara atasan dan bawahan.

3. Kedisiplinan (dicipline)

Menurut asas ini, hendaknya semua perjanjian, peraturan yang telah ditetapkan dan perintah atasan harus dihormati, dipatuhi, serta dilaksanakan sepenuhnya.

4. Kesatuan perintah (unity of command)

Menurut asas ini, hendaknya setiap bawahan hanya menerima perintah dari seorang atasan dan bertanggung jawab hanya kepada seorang atasan pula. Asas kesatuan perintah ini sangat diperlukan, jika bawahan diperintah oleh beberapa orang atasan maka akan membingungkan.

5. Kesatuan pengarahan (unity of direction)

Sekelompok bawahan hanya mempunyai satu rencana, satu tujuan, satu perintah, dan satu atasan supaya terwujud kesatuan arah, gerak dan tindakan menuju sasaran yang sama.

6. Mengesampingkan kepentingan individu (subordination of individual interest)

Setiap orang dalam organisasi harus mengutamakan kepentingan bersama (organisasi) di atas kepentingan pribadi.

7. Penggajian pegawai (remuneration)

Menurut asas ini, hendaknya gaji dan jaminan-jaminan sosial harus adil, wajar, dan seimbang dengan kebutuhan, sehingga memberikan kepuasan yang maksimal baik bagi karyawan maupun majikan



8. Pemusatan (centralization)

Pemusatan adalah prinsip manajemen yang menyatakan seluruh organisasi harus bisa berpusat, harus memiliki pusat.

Prinsip ini harus bisa menunjukkan hingga batas mana kewenangan itu dipusatkan ataupun dibagi pada suatu organisasi. Pemusatan kewenangan bisa menimbulkan pemusatan tanggung jawan pada sebuah aktivitas.

9. Rangkaian hierarki/perintah (scalar chain)

Rangkaian perintah merupakan prinsip manajemen yang mengharuskan perintah dari atas kebawah harus selalu mengambil jarak yang terdekat.Hierarki ini dibutuhkan untuk kesatuan arah perintah. Rantai perintah ini mengacu kepada jumlah tingkatan yang ada pada hierarki dari otoritas tertinggi sampai tingkat yang paling rendah pada sebuah organisasi.

10. Ketertiban (order)

Prinsip manajemen ini bisa jadi adalah syarat yang utama karena pada umumnya tidak ada orang yang dapat bekerja pada keadaan kejang atau kacau.

11. Keadilan (equitity)

Prinsip keadilan menurut Henry Fayol dianggap sesuatu yang bisa memunculkan kesetiaan dan ketaatan karyawan dengan cara mengkoordinasikan keadilan dan kebaikan para manajer didalam memimpin para bawahan dan memicu tumbuhnya rasa tunduk kepada kekuasaan dari atasan.

12. Stabilitas kondisi pegawai (stabilization of tenure of personnel)

Perputaran karyawan yang tinggi bisa menyebabkan ongkos yang tinggi dalam produksi, untuk itulah prinsip ini dijalankan.

Karyawan akan bekerja dengan lebih baik apabila mendapat stimulus keamanan pekerjaan dan jenjang karir yang pasti.

13. Inisiatif (initiative)

Seorang pimpinan harus memberikan dorongan dan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif, dengan memberikan kebebasan agar bawahan secara aktif memikirkan dan menyelesaikan sendiri tugas-tugasnya.

14. Kesatuan dan semangat (esprit de corps)

Kesetiaan kelompok merupakan prinsip manajemen dimana setiap pegawai harus mempunyai rasa kesatuan senasib sepenanggungan yang bisa menciptakan semangat kerjasama yang lebih baik.

Semangat kesatuan ini bisa muncul jika tiap tiap karyawan memiliki kesadaran bahwa tiap pekerja berarti bagi pekerja yang lain dan pekerja lain sangat diperlukan oleh dirinya.

D. Fungsi-Fungsi Manajemen 

Secara umum fungsi-fungsi yang dijalankan manajemen adalah perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing dan staffing), pengarahan dan pengimplementasian (directing/leading) dan pengawasan  (controlling).

1. Perencanaan (planning) 

Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi. 

Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan :

a) Menetapkan tujuan dan target bisnis

b) Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut

c) Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan

d) Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis.

2. Pengorganisasian (Organizing)

 Proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.

Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian :

a) Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan

b) Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab

c) Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja

d) Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat




3. Pengarahan dan Pengimplementasian (Directing/Leading)

Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.

Kegiatan dalam Fungsi Pengarahan dan Implementasi :

a) Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan

b) Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan

c) Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan. 

4. Pengawasan dan Pengendalian (Controlling)

Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi. 

Kegiatan dalam Fungsi Pengawasan dan Pengendalian: 

a) Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan 

b) Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan 

c) Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan.

E. Pentingnya Manajemen

Pada dasarnya kemampuan manusia itu terbatas, sedangkan kebutuhannya tidak terbatas. Usaha untuk memenuhi kebutuhan dan terbatasnya kemampuan dalam melakukan pekerjaan mendorong manusia membagi pekerjaan, tugas, dan tanggung jawab. Dengan adanya pembagian kerja, tugas, dan tanggung jawab ini maka terbentuklah kerja sama dan keterikatan formal dalam suatu organisasi. Dalam organisasi ini maka pekerjaan yang berat dan sulit akan dapat diselesaikan dengan baik serta tujuan yang akan diinginkan tercapai.

Pada dasarnya menejemen itu penting karena :

1. Pekerjaan yang berat dan sulit untuk dikerjakan sendiri akan lebih mudah penyelesaiannya jika terdapat pembagian kerja, tugas dan tanggung jawab

2. Perusahaan akan dapat berhasil baik, jika manajemen diterapkan dengan baik

3. Manajemen yang baik akan meningkatkan daya guna dan hasil guna semua potensi yang dimiliki

4. Manajemen mengakibatkan pencapaian tujuan secara teratur

5. Manajemen merupakan suatu pedoman pikiran dan tindakan

F. Tujuan Manajemen

Tujuan adalah sesuatu hasil yang ingin dicapai melalui proses manajemen. Tujuan yang mdicapai selalu ditetapkan dalam suatu rencana, karena itu hendaknya tujuan ditetapkan “jelas, realistis, dan cukup menantang” untuk diperjuangkan berdasarkan pada potensi yang dimiliki. Jika tujuan jelas, realistis, dan cukup menantang maka usaha-usaha untuk mencapainya cukup besar. Sebaliknya, jika tujuan ditetapkan terlalu mudah atau terlalu muluk maka motivasi untuk mencapainya rendah. Jadi, semangat kerja karyawan akan termotivasi, kalau tujuan ditetapkan jelas, realistis, dan cukup menantang untuk dicapainya.

Setiap kegiatan yang dilakukan manusia diharapkan dapat mencapai tujuan yang diinginkan seperti kita ketahui tujuan dalam management sangat penting karena tujuan tersebut dapat :

1. Terwujudnya suasana kerja yang aktif, inofatif, kreatif, efektif, menyenangkan dan bermakna bagi para karyawan atau anggota

2. Terciptanya karyawan atau anggota yang aktif mengemangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, keperibadian, kecerdasan, ahlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan Negara.

3. Tercapainya tujuan yang lebih efektif dan efisien dalam sebuah organisasi.

4. Terbekalinya tenaga profesional dengan teori tentang proses dan tugas administrasi kepemimpinan (tertunjangnya profesi sebagai manajer atau konsultan manajemen).

Berdasarkan tujuan tersebut dapat dipahami bahwa manajemen memiliki peranan penting dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan sejak awal. Kesimpulannya bahwa tujuan merupakan hal terjadinya proses manajemen dan aktivitas kerja, tujuan beraneka macam, tetapi harus ditetapkan secara jelas, realistis, dan cukup menantang berdasarkan analisis data, informasi, dan pemilihan dari alternatif-alternatif yang ada. Kecakapan manajer dalam menetapkan tujuan dan kemampuannya memanfaatkan peluang, mencerminkan tingkat hasil yang dapat dicapainya.



G. Manajemen dalam Perusahaan

Dengan adanya suatu pengelolaan dan manajemen yang baik maka suatu perusahaan akan mampu bertahan dari segala tekanan, kendala, dan rintangan yang ada. Bahkan akan berkembang menjadi lebih besar dan lebih baik lagi. Tidak selamanya suatu perusahaan yang telah melakaukan segala sesuataunya dengan baik akan sukses. Terkadang ada beberapa kendala atau halangan yang tidak dapat dihindari contohnya tertipu rekan kerja atau tertimpa bencana serta kendala-kendala lainnya.

Berikut adalah beberapa prinsip dan standarisasi yang diharapkan mampu mendukung kemajuan dan perkembangan suatu perusahaan:

1. Perencanaan yang matang. Misalnya dalam membuat suatu produk maka kita harus melakukan penelitian terlebih dahulu mengenai pasar, konsumen, produk pesaing dan kendala-kendala yang mungkin akan muncul agar produk kita tepat sasaran dan tidak gugur bila terkena berbagai tekanan dan kendala yang muncul.

2. Terbuka dan selalu belajar perkembangan dunia bisnis begitu cepat. Begitu banyak bidang yang mendukung suatu bisnis misalnya bidang teknologi informasi. Begitu banyak perubahan yanh terjadi diluar perusahaan, karena itu kita tidak boleh tertutup dan harus berusaha menerima perubahan yang ada.

3. Sumber Daya Manusia yang berkualitas, loyal dan sejahtera. SDM yang berkualitas merupakan kunci penggerak perusahaan. Dengan adanya SDM yang mampu menggerakkan perusahaan dengan baik maka suatu perusahaan akan mampu berkembang dan melakukan bisnisnya dengan efektif dan efisien. SDM yng berkualitas tidaklah cukup untuk menjalankan perusahaan dalam jangka panjang. Diperlukan loyalitas pegawai terhadap perusahaan tempat dimana dia bekerja.


About us

Common

FAQ's

FAQ's

© 2011-2014 Viral Today. Designed by Bloggertheme9. Powered by Blogger.